Strategi Marketing yang Perlu Kamu Ketahui dalam Berbisnis

Pemasaran (Marketing) merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penetapan harga, promosi, dan distribusi atas ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus.

Strategi pemasaran mempunyai peranan penting dalam sebuah perusahaan karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang ataupun jasa. Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu :

  • Produksi
  • Pemasaran
  • Konsumsi

Konsep Utama Pemasaran

Konsep Produksi : Perusahaan yang mengadopsi konsep ini, berfikir bahwa barang maupun jasa yang dihasilkan haruslah murah, sehingga bisa dibuat kapan saja dan di mana saja agar tidak terjadi masalah dalam penjualan. Secara tidak langsung, perusahaan ini mencoba  manajemen pemasaran melalui upaya penurunan biaya produksi dan penguatan sistem distribusi.

Konsep Produk : Perusahaan yang menggunakan konsep ini memercayai bahwa kualitas barang maupun jasa yang dihasilkan perusahaan haruslah bagus, sehingga mudah menarik konsumen. Konsep manajemen pemasaran ini, mungkin bisa diterima oleh sebagian konsumen, namun kita tidak boleh lupa, kualitas yang bagus pasti memengaruhi harga, sedangkan bagi sebagian konsumen, harga yang murah masih menjadi tujuan utama untuk membeli barang.

Konsep Penjualan : Perusahaan yang menggunakan konsep ini berpikir bahwa pelanggan tidak boleh dibiarkan sendirian. Perusahaan harus mengarahkan konsumen dengan sebuah teknik penjualan yang harus dipikirkan, karena barang tidak dibeli tetapi barang harus dijual. Dalam konsep manajemen pemasaran ini, perusahaan harus memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi konsumen membeli produknya.

 Konsep Pemasaran : Perbedaan antara penjualan dan pemasaran adalah, penjualan lebih menekankan pada produk yang dijual, sedangkan pemasaran lebih tertuju kepada keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang menggunakan konsep pemasaran menganggap bahwa kepuasan konsumen adalah segalanya, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan harus sesuai kebutuhan mereka.

Konsep Pemasaran Umum : Konsep ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen tapi juga memerhatikan manfaat bagi orang lain. Perusahaan dengan konsep ini percaya, bahwa sebuah kesuksesan bisnis akan dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan dan memiliki dampak baik yang bisa diterima masyarakat umum, sehingga konsep ini memungkinkan untuk digunakan dan disukai banyak konsumen.

Dimensi Pemasaran

Penjualan vs Pemasaran

Aktivitas penjualan hanya fokus pada penjualan produk dan meningkatkan penjualan. Sementara aktivitas pemasaran (marketing) mencakup keseluruhan sistem dalam bisnis dengan proses yang lebih panjang dan kompleks. Proses penjualan hanya merupakan salah satu dari bagian promosi, sehingga tidak memperhatikan faktor lain yang menunjang pemasaran.

Seorang penjual tidak fokus pada image brand produk, namun lebih menekankan pada bagaimana agar konsumen tertarik dan membeli produknya. Sedangkan marketing dituntut untuk selalu menjaga brand image produk, sehingga konsumen memutuskan membeli produk karena sudah mengetahui kualitas dan image brand produk tersebut.

Teori STP (Segmentation, Targeting, Positioning)

Strategi pemasaran modern ada tiga, yaitu :

  1. Segmentation (Segmentasi Pasar)
    Dengan segmentasi, kamu bisa mengidentifikasi audiens dengan kebutuhan yang lebih spesifik, menentukan prospek baru, hingga menerapkan strategi pemasaran secara lebih efektif dan efisien. 
  2. Targeting (Memilih Pasar Sasaran)
    Mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003).
  3. Positioning (Posisi Produk)
    Tujuannya untuk menganalisis posisi bisnis kamu di pasar dan mengidentifikasi kemungkinan peluang yang bisa kamu ambil. Carilah peluang dengan tingkat kompetisi paling rendah.

Marketing Mix

Menurut Kotler dan Amstrong, marketing mix adalah sekumpulan variabel pemasaran yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan mereka. Dengan kata lain, marketing mix merupakan strategi pemasaran yang menggabungkan elemen-elemen di dalam mix marketing itu sendiri dan dijalankan secara terpadu.

Beberapa variabel tersebut diantaranya :

  • Product (Produk)
  • Price (Harga)
  • Place (Lokasi)
  • Promotion (Promosi)
  • Participant (Partisipan)
  • Process (Proses)
  • Physical Evidence (Bukti)

Situs Website Teknik Informatika UNIKOM

Teknik Informatika yang merupakan salah satu disiplin ilmu pada bidang Teknologi Informasi, dikembangkan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia yang semakin beragam dan kompleks.

Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) akan diarahkan untuk menghasilkan seorang analis berlandaskan pada pengetahuan informatika teoretik dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi online yang diharapkan mempunyai kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah dalam dunia nyata. Lulusan Teknik Informatika diharapkan tidak hanya sekedar mampu menggunakan program-program aplikasi komputer (user) atau membuat program aplikasi komputer (programmer), tetapi menjembatani kebutuhan-kebutuhan user dan programmer yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah dokumen spesifikasi formal.

Jika kamu ingin mengetahui seperti apa jurusan Teknik Informatika di UNIKOM, kamu bisa mengunjungi situs web di bawah ini :

http://if.unikom.ac.id

Program Studi Teknik Informatika UNIKOM

Halaman Kalender Akademik yang selalu diperbarui sesuai dengan semester yang sedang berjalan.

Halaman Kurikulum yang berisi daftar mata kuliah dari semester I hingga semester VIII. Pada saat ini ada 2 kurikulum yaitu kurikulum 2010 dan kurikulum 2016. Untuk kurikulum 2016 digunakan untuk mahasiswa angkatan 2016 hingga sekarang.

Halaman Penelitian berisi beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh
para dosen dan civitas akademika program studi Teknik Informatika.

Halaman Pengabdian berisi beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang pernah dilaksanakan oleh program studi Teknik Informatika.

Halaman Prestasi berisi berbagai prestasi yang pernah diraih oleh
Civitas Akademik IF UNIKOM.

Halaman Kerjasama berisi beberapa institusi dan jenis kerjasama yang dilakukan oleh program studi teknik informatika UNIKOM.

Halaman Prosesdur berisi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di program studi Teknik Informatika diharapkan dapat menjelaskan tentang berbagai tata cara atau ketentuan yang ada dan berlangsung di program studi Teknik Informatika UNIKOM.

Dosen dan Karyawan

Staf pengajar di Program Studi Teknik Informatika terdiri dari dosen tetap, dosen tidak tetap dan dibantu sejumlah dosen layanan Fakultas dan Universitas. Kualifikasi staf pengajar meliputi jenjang S3, S2 dan S1 yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, serta perguruan tinggi dari luar negeri.

Selain halaman yang sudah dijelaskan di atas, kamu bisa mengakses beberapa halaman lainnya. Lalu ada beberapa tautan yang bisa diakses untuk mahasiswa teknik informatika UNIKOM seperti situs unikom, kuliah online, nilai online, kampus online, jurnal komputa, dan tautan untuk mahasiswa baru.

Teknologi Protector Scoring System (PSS) dalam Pertandingan Taekwondo

Saat ini hampir semua cabang olahraga di dunia sedang berevolusi memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong agar kegiatan olahraga, terutama dalam pertandingan atau kejuaraan internasional memperoleh hasil atau penilaian yang lebih objektif. Hal itu terbukti dengan beberapa penggunaan teknologi yang tepat guna di bidang olahraga telah memiliki dampak positif dan terbukti mampu menambah keakuratanolah raga tersebut. Salah satunya adalah penggunaan Protector Scoring System (PSS) dalam cabang olahraga beladiri taekwondo.

PSS adalah suatu alat untuk kejuaraan beladiri dalam hal ini Taekwondo yang dilengkapi dengan sensor. Tujuan dari penggunaan alat ini adalah agar penilaian skor dalam suatu pertandingan dapat lebih akurat dan objektif. PSS (Protector Scoring System), IVR (Instant Video Replay) dalam pertandingan taekwondo kategori kyorugi (fight) adalah produk buatan Eko Fajar, seorang warga asli Depok, lulusan IT dari Jepang.

Secara teknis area pelindung badan atlet akan dipasang sensor dengan kepekaan atau power berbeda sesuai bobot kelas. Kemudian pada kaki dipasang kaos kaki yang juga menggunakan sensor. Sehingga bila terjadi tendangan kaki dari daerah yang mengenakan kaos kaki sensor ke area sensor body protector, maka akan menambah poin. Selain itu PSS juga mampu mendeteksi secara akurat sebuah tendangan yang valid maupun yang tidak valid. Penggunaan PSS tersebut juga terbukti mampu meminimalisir keputusan kontroversial wasit yang dapat mengakibatkan seorang taekwondoin bisa kehilangan kesempatan dalam memenangkan sebuah pertandingan.

Penggunaan PSS dapat meminimalisir resiko cedera pada taekwondoin dan tingkat keparahannya, meskipun cedera dalam bertanding merupakan sesuatu yang lazim terjadi. Ini disebabkan karena penggunaan PSS akan berpengaruh pada gaya bertanding atlet, yang lebih mengutamakan teknik dan taktik untuk mendapatkan poin. Selain itu, penggunaan PSS dalam pertandingan taekwondo juga menunjukan bahwa taekwondo adalah olahraga beladiri modern yang bisa menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam prakteknya di lapangan. Secara tidak langsung, hal ini akan menggeser pemikiran orang lain bahwa olahraga taekwondo adalah olahraga yang mementingkan aspek fisik atau kekuatan saja, dan karenanya seorang atlet taekwondo bagaikan seorang “robot” yang beradu kekuatan hanya untuk memperebutkan sebuah medali.

Apa Itu Entrepreneurship? Bagaimana Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship?

Secara umum pengertian Entrepreneurship (Kewirausahaan) adalah proses kegiatan kreativitas dan inovasi menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain serta memenangkan persaingan. Kewirausahaan merupakan proses seorang wirausaha (Entrepreneur) mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

Namun, ada juga pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli :

  • Robbin & Coulter menjelaskan Kewirausahaan yakni suatu proses dimana seseorang atau suatu kelompok individu menggunakan upaya yang terorganisir & sarana untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan serta keinginan melalui sebuah inovasi dan keunikan, tidak mempedulikan apapun sumber daya yang digunakan pada saat ini.
  • Hermawan Kartajaya menjelaskan pengertian Entrepreneurship adalah suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui pengamatan atas suatu kesempatan bisnis, dengan melakukan manajemen terhadap risiko yang mungkin timbul serta keterampilan untuk berkomunikasi serta memobilisasi sumber daya yang ada terutama sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan sesuatu yang menghasilkan.
  • Ahmad Sanusi mendefinisikan bahwa Entrepreneurship adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis.

Ada beberapa kegiatan ataupun usaha yang bersifat enterpreneurship seperti:

  1. Menghasilkan sebuah produk baru menggunakan cara baru
  2. Menemukan sebuah peluang usaha melalui produk baru yang diciptakan
  3. Mengombinasikan beberapa faktor-faktor produksi dengan cara yang baru
  4. Melakukan dukungan terhadap budaya yang mendukung eksperimen yang sangat kreatif
  5. Mendorong kegiatan eksperimen, penilaian, penggalian produk baru

Menjadi seorang entrepreneur merupakan salah satu langkah untuk mencapai sebuah kesuksesan. Hampir setiap orang ingin menjadi wirausahawan atau entrepreneur sukses, namun hanya segelintir orang yang serius untuk “take action” dan mewujudkan impiannya menjadi entrepereneur sukses. Untuk membangun bisnis dan menjadi entrepereneur, sebagai langkah awal seseorang harus menumbuhkan jiwa wirausaha dan terjun langsung membangun bisnisnya.

Ada beberapa tips berikut ini untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship :

Memulai Bisnis dengan Niat dan Keyakinan

Ini termasuk kunci dasar yang harus dimiliki oleh wirausahawan. Bila kita membuka bisnis tanpa adanya niat dan keyakinan, pasti bisnis tersebut tidak akan berjalan maksimal. Jadikan niat dan keyakinan untuk berwirausaha sebagai pondasi kamu membangun sebuah bisnis. Jika sudah memiliki niat untuk berbisnis, langkah selanjutnya adalah menumbuhkan keyakinan Kamu untuk membangun bisnis menjadi nyata dan meraih sukses.

Memiliki Kecepatan Melihat Peluang

Banyak orang memulai bisnis mandiri karena memanfaatkan peluang yang mereka peroleh di lingkungannya. Peluang harus dicari, bila perlu pergilah melakukan perjalanan sekedar untuk mencari peluang-peluang bisnis. Karena setiap orang yang berwirausaha harus pandai mencari peluang. Dari peluang itulah bisa tercipta produk atau jasa yang dibutuhkan banyak orang.

Pelajari Kisah Sukses Orang Lain

Ada banyak kisah pengusaha sukses yang membangun kerajaan bisnisnya dari nol, dengan perjuangan yang berat, jatuh bangun dan akhirnya mencapai kesuksesan yang besar. Kisah sukses seseorang dalam berbisnis ini bisa menumbuhkan motivasi kamu untuk melakukan hal serupa dan menghindarkan diri dari ketakutan dan risiko yang akan dihadapi. Motivasi yang tinggi untuk berbisnis secara bertahap akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam diri kamu.

Modal

Kebanyakan orang ragu untuk memulai bisnis karena tidak ada modal (uang). Untuk mengatasi hal ini, kamu harus mencari modal. Kamu harus kerja terlebih dahulu. Kerja pun harus serius. Tidak hanya memandang job desk, tetapi kerjakan juga beberapa hal lain dalam pekerjaan. Selain menambah pemasukan, juga menambah pengalaman dalam dunia kerja. Modal juga bisa didapatkan dengan cara meminjam ke Bank ataupun pihak lain.

Fokus dalam Berwirausaha

Banyak halangan dan rintangan yang akan dihadapi dalam memulai sebuah bisnis. Oleh sebab itu sikap fokus yang dibarengi keyakinan dan optimis wajib dimiliki oleh seorang entrepreneur agar tidak mudah menyerah dan berhenti di tengah jalan.

Memiliki Kemampuan Menjual

Hal ini sangat penting dimiliki oleh calon entrepreneur. Bila tidak, semua hanya tinggal angan-angan. Kemampuan menjual adalah satu-satunya cara untuk menarik minat orang agar mau membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan. Dengan terus melatih dan mencoba, kemampuan menjual dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Lakukan Sekarang Juga

Banyak orang menunda dan beralasan untuk tidak memulai bisnisnya, sehingga impiannya untuk memiliki bisnis hanya disimpan saja tanpa ada tindakan untuk mewujudkannya. Seorang calon entrepreneur harus memiliki keberanian untuk “take action” dan menghilangkan ketakutan-ketakutannya serta langsung terjun ke dalam bisnis yang sudah direncanakan. Jika kamu telah memulai dan menjalankan bisnis dengan konsisten, dengan sendirinya mental dan jiwa entrepreneurship akan terbentuk.

Perlu diingat, bahwa pengusaha dengan entrepreneur itu berbeda. Seorang entrepreneur memiliki jiwa pengusaha, tapi seorang pengusaha belum tentu memiliki jiwa entrepreneur. Setelah memulai bisnis, tentunya kamu harus mengelolanya dengan baik agar dapat bertahan lebih lama dan berkembang dengan cepat.

Memulai Bisnis Bagi Pemula

Membangun usaha sendiri dapat menjadi suatu peluang bagi kamu untuk menghasilkan uang. Suatu bisnis dimulai dari munculnya berbagai ide cemerlang dalam pikiran seseorang tentang keinginan membangun usaha dan harapan akan kerberhasilan usaha tersebut.

Kunci sukses untuk memulai bisnis adalah jeli melihat peluang bisnis, memiliki ide cemerlang, tekad diri yang kuat, dan modal diri. 7K : Kompetensi, Kecerdasan, Keberanian, Keyakinan, Ketekunan, Keuletan, Kerajinan


Eddy Soeryanto Soegoto

Ide Bisnis

Ada beberapa ide yang bisa kamu dapatkan dengan hal-hal di bawah ini :

  1. Hobi : Hobi yang ditekuni dengan serius bisa membuat kamu untuk memulai bisnis.
  2. Mengamati : Memulai bisnis juga bisa dilakukan dengan mengamati lingkungan sekitar atau perilaku masyarakat sekitar. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan ide-ide yang bisa dikembangkan.
  3. Membantu orang lain : Ide membantu orang lain untuk memperoleh keuntungan, seperti menjualkan barang orang lain, dan lain sebagainya.
  4. Ide lama : Mendapatkan ide bisnis dengan memperbarui ide lama yang sudah ada
  5. Ide orang lain : Mengembangkan usaha yang sudah ada.
  6. Kolaborasi : Mendapatkan ide bisnis dengan berkolaborasi bersama teman kamu.
  7. Terbitkan : Menuangkan ide-ide usaha kamu ke dalam buku atau novel lalu diterbitkan. Dengan begitu kamu pun bisa mendapatkan penghasilan.
  8. Catat secara hukum : Ide kita juga bisa dicatat untuk mendapatkan hak cipta.
  9. Adakan pertunjukan : Mengubah ide dengan memperkenalkan kepada publik melalui seminar, pelatihan, ataupun  pertunjukan dalam bentuk hiburan.
  10. Konsumsi masyarakat : Mengubah ide menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai jual untuk konsumsi masyarakat.

Peluang Bisnis

Peluang bisnis merupakan kesempatan kamu untuk membuka usaha yang sesuai dengan keinginan, kemampuan, kekuatan, atau berdasarkan pengalaman yang dimiliki.

Faktor-faktor Peluang Bisnis

  1. Perubahan Teknologi
  2. Perubahan Politik dan Kebijakan
  3. Ikatan Sosial
  4. Akses Informasi
  5. Motivasi
  6. Kepribadian
  7. Pengalaman Hidup

Kunci Sukses untuk Memulai Bisnis

  1. Kompetensi : Memulai bisnis sesuai keahlian yang dimiliki merupakan kunci awal suksesnya usaha kamu.
  2. Lokasi : Memilih lokasi yang strategis, mudah dijangkau, dan ramai pengunjung.
  3. Promosi : Tentunya usaha yang kamu bangun perlu dipromosikan. Bisa melalui sosial media, spanduk, dan lain-lain.
  4. Brand : Logo dan nama usaha kamu merupakan daya tarik calon konsumen. Brand usaha harus singkat, jelas, mudah diingat, dan familiar.
  5. Membangun Sistem : Bangun sistem usaha yang baik sejak awal memulai usaha, seperti manajemen usaha, organisasi, dan pengelolaan keuangan.
  6. Karyawan : Rekrut karyawan yang telah memiliki keahlian sesuai bidang usaha yang kamu buka. Jumlah karyawan disesuaikan dengan pekerjaan yang ada dan bisa ditangani.

Itulah segala persiapan sebelum memulai bisnis yang akan kamu bangun. Persiapkan semuanya dengan baik agar bisnis kamu bisa berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan jika nantinya ada hambatan, kamu pun pasti akan lebih siap untuk mengatasi itu.

Mengelola Bisnis dengan Baik Bagi Entrepreneur

Banyak orang yang mungkin menjalankan bisnisnya hanya sebatas kemampuannya saja. Padahal sebenarnya harus dilakukan pengelolaan bisnis yang baik juga. Dengan begitu bisnis yang kamu jalankan bisa mendapat keuntungan sesuai yang diinginkan atau bahkan bisa lebih besar.

Tidak ada orang yang menginginkan kerugian dalam berbisnis. Untuk menghindari dari kerugian, kamu harus bisa mengelola bisnis dengan baik. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam mengelola bisnis, seperti di bawah ini :

Menetapkan Sasaran Bisnis

Untuk bisnis yang baru dibangun, sasarannya lebih ditujukan pada pengenalan produk dan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin. Sementara untuk bisnis yang telah dikenal masyarakat, sasarannya umumnya ditujukan pada pertumbuhan dan peningkatan pendapatan perusahaan.

Target Sasaran Bisnis

  • Jangka Pendek (3-12 Bulan) : Rekruitmen tenaga kerja, membangun sistem kerja, pengenalan produk baru atau persentase target penjualan
  • Jangka Menengah (1-5 Tahun) : Manajer pemasaran menargetkan sasaran penjualan sebesar 7 persen dalam 3 tahun
  • Jangka Panjang (>5 Tahun) : UNIKOM menargetkan penambahan gedung baru 16 lantai pada tahun kesembilan

Merumuskan Strategi Bisnis

  1. Menetapkan Sasaran Strategis : Sasaran strategis adalah sasaran jangka panjang sesuai misi perusahaan. Contohnya, Misi Dell Computer : menjual personal computer langsung ke konsumen untuk memperoleh laba
  2. Menganalisis Organisasi dan Lingkungan : Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), yakni metode untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan ancaman yang ada
  3. Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungan : Menyesuaikan kekuatan dan kelemahan organisasi dengan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan organisasi bisnis berada

Proses Manajemen


Planning

Perencanaan adalah proses manajemen untuk menetapkan sasaran, tujuan organisasi dan menentukan cara terbaik untuk mencapainya. Hal ini sangat penting saat kamu akan membangun suatu perusahaan.

Controlling

Menentukan tujuan strategis :

  1. Menentukan Standar
  2. Mengukur Kinerja
  3. Bandingkan Kinerja dengan Standar
  4. Jika memadai jangan membuat perubahan, jika tidak memadai ambil tndakan korektif, yaitu mengoreksi kinerja. Setelah dikoreksi lalu mengevaluasi ulang standar

Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan (corporate culture) adalah identitas unik yang ada pada suatu perusahaan, seperti pengalaman, kisah, kepercayaan, dan norma-norma bersama yang memberikan ciri pada suatu organisasi. Tentunya perusahaan yang kamu bangun harus memiliki ciri unik tersendiri agar berbeda dengan yang lain.

Budaya Disiplin

Budaya disiplin sangat penting untuk meraih keunggulan bersaing. Perusahaan-perusahaan yang bagus dapat dibedakan kedalam dua kategori, yaitu Good Company (perusahaan bagus) dan Great Company (perusahaan hebat). Tidak semua perusahaan bagus (good) mampu menjadi hebat (great). Untuk menjadi great company tidak sekedar dibutuhkan budaya korporat atau disiplin tetapi juga budaya disiplin.
Ada tiga pilar utama yang membentuk budaya disiplin, yaitu: 

  1. Discipline People : Membangun disiplin pada setiap orang yang ada di perusahaan
  2. Discipline Action : Disiplin dalam bekerja, mengikuti peraturan yang berlaku
  3. Discpiline Thought : Menjadikan disiplin sebagai budaya perusahaan

Kreativitas Dalam Bisnis

Kreativitas adalah sifat yang melekat pada diri seseorang yang mampu berimajinasi dan memiliki inisiatif dalam menghasilkan sesuatu produk atau jasa yang baru. Suatu bisnis akan tumbuh dan semakin berkembang apabila pengelolanya kreatif dalam menemukan, mengembangkan, memajukan, atau menghasilkan suatu terobosan bisnis yang baru.

Pengelolaan merupakan semua hal yang memanfaatkan suatu barang atau jasa untuk dijadikan barang baru yang memberikan manfaat lebih dan keuntungan bagi pengelolanya. Maka dari itu, kamu harus pandai-pandai dalam mengelola bisnis dengan baik yang dijalankan.

Ingin Jadi Entrepreneur? Kamu Harus Memiliki Karakteristik dan Sikap Ini

Saat ini ada beberapa istilah yang menimbulkan kerancuan antara Entrepreneur, Entrepreneurial, dan Intrapreneurship. Wirausaha atau Entrepreneur adalah orang yang mempunyai jiwa kreatif dan inovatif  yang mampu mendirikan, membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan perusahaannya unggul. Lalu yang disebut Entrepreneurial yaitu kegiatan dalam menjalankan usaha atau berwirausaha. Sedangkan pengertian Intrapreneurship atau Corporate  Entrepreneurship adalah kewirausahaan yang dibangun didalam diri karyawan perusahaan untuk menghasilkan atau mengembangkan produk-produk sesuai keinginan pasar.

Ketika kamu ingin menjadi seorang entrepreneur, kamu harus mempersiapkan segalanya. Yang dibutuhkan tidak hanya modal, tetapi kamu juga harus memiliki karakteristik dan sikap untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses.

Berikut ini adalah karakteristik dan sikap entrepreneur yang harus kamu miliki :

Karakteristik Entrepreneur

  • Berjiwa Entrepreneur, jiwa dan sikap entrepreneurship akan selalu dimiliki oleh orang yang percaya diri, inisiatif, berani tampil beda, berusaha menyesuaikan pada setiap perubahan yang ada, serta memanfaatkannya sebagai peluang yang baik untuk mengembangkan usahanya.
  • Berjiwa Kepemimpinan, seorang entrepreneur pun harus memiliki jiwa kepemimpiman, karena kamu sendiri yang memimpin perusahaannya, mencari peluang-peluang, mengumpulkan sumber daya manusia, dan lain-lain.
  • Berani Mengambil Resiko, setiap usaha kemungkinan akan mengalami kegagalan, itu adalah resiko yang harus diterima seorang entrepreneur dalam menjalankan usahanya, meskipun itu akan mempengaruhi kegagalan atau kesuksesan usahanya.

Sikap Entrepreneur

  1. Kreatif dan Inovatif, membuat sesuatu yang berbeda dari yang sebelumya sudah ada dan mengimplementasikannya ke dalam situasi yang baru.
  2. Mandiri, tidak bergantung pada orang lain dalam menjalankan usahanya.
  3. Percaya Diri, yakin, optimis, dan berkomitmen terhadap usaha yang dijalankannya.
  4. Bertanggung Jawab, rasa tanggung jawab mendorong seorang entrepreneur untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menjalankan usahanya lebih baik lagi.
  5. Ulet dan Tekun, berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan dan mendapat hasil yang memuaskan terhadap usaha yang dijalankan.
  6. Disiplin, serius dalam menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan usahanya, dan juga tidak menunda-nunda pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab.
  7. Tidak Mudah Putus Asa, ketika usahanya mengalami kegagalan, seorang entrepreneur tidak meninggalkan usahanya begitu saja, tetapi terus mencoba lagi agar usahanya bangkit kembali dan menjadi lebih baik lagi.
  8. Pandai Mengelola Sumber Daya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan, dan menjadikan usaha atau perusahaannya menjadi unggul.

Sebenarnya untuk menjadi seorang entrepreneur tidak hanya bergantung pada karakteristik dan sikap yang sudah dijelaskan di atas. Banyak hal lainnya yang bisa dilakukan, seperti menghargai orang-orang yang terlibat dalam usahanya, menghargai waktu, berpikir untuk jangka panjang, dan lain-lain. Akan tetapi yang ditulis di atas merupakan beberapa hal yang seharusnya dimiliki untuk menjadi seorang entrepreneur.